Pilihlah
V .Tiga Orang
Muda.
Kita akan
mengingat kembali peristiwa pada masa Yesus masih melayani di sekitar daerah
palestina. Pada awal masa penanggalan masehi, dari seluruh catatan Firman yang
ada, kita akan mendapati bahwa Alkitab menulis tentang Yesus dan orang-orang disekitarNya.
Pada masa dimana Yesus
mulai melayani, saat itu yang masih terjadi adalah bangsa Israel sedang
mengalami masa yang sangat sulit, dibawah penjajahan kerajaan Roma. Terjadi
krisis kepemimpinan yang luar biasa, ketidak percayaan terhadap pemerintahan
penjajah. Aksi-aksi perlawanan pemberontakan yang sering terjadi yang menambah
tekanan terhadap rakyat yang tidak tahu-menahu, juga para pemimpin tradisi
agama Yahudi yang korup dan terkenal kotor. Keadaan seperti itu membuat bangsa
ini mengalami kesulitan untuk mempercayai figur pemimpin.
Para petinggi
agama, Farisi dan Saduki mereka melakukan dikotomi antara pelayan pekerjaan
rohani dan bukan serta menganggap diri mereka memiliki status yang lebih tinggi
dari pada rakyat biasa. Dan menganggap jabatan mereka membuat mereka lebih
berkenan dihadapan Allah.
Cara pandang yang
keliru ini sering membuat Yesus muak terhadap kemunafikan mereka dihadapan
Allah. Mereka membuat peraturan-peraturan yang baru yang bertujuan untuk
keuntungan pribadi mereka. Uang adalah tuhan mereka yang sesungguhnya. Mereka
juga mengunggulkan kesenioran usia, menganggap orang-orang muda sebagai yang tidak
berpengalaman, dan tidak dapat dipercaya. Kebalikan dengan Allah kita, yang
selalu memakai orang-orang muda dan membangkitkan mereka untuk menggenapi
rencana Allah atas generasi.
Jadi keadaan pada masa itu sangat sulit bagi
seorang muda untuk mendapat kepercayaan sebagai pemimpin.
Tetapi kita
mendapati didalam Alkitab paling tidak ada tiga orang muda pada masa itu, yang
dicatat memiliki pengaruh yang cukup besar didalam tatanan masyarakat masa itu.
Pertama tentu saja Yesus sendiri, Dia membuat dampak besar pada tatanan dunia,
yang dimulai dari hari lahirNya. Kemudian didalam injil sinoptik Matius,
Markus, Lukas, terdapat catatan mengenai orang muda yang kaya yang menemui
Yesus.
Didalam Lukas
18:18 kita bisa mengetahui fakta, orang muda ini bukan hanya orang muda kaya
biasa, ditulis disana oleh tabib Lukas, seorang pemimpin :
Ada seorang
pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang
harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"( Lukas 18:18).
Catatan tabib
Lukas ini sangat membantu kita untuk mengetahui identitas orang muda ini.
Ternyata dia adalah seorang pemimpin. Ingat masa pada waktu itu adalah masa
yang sangat sulit untuk seorang muda dipercaya sebagai pemimpin. Tetapi orang
muda ini adalah pemimpin, betapa seriusnya kedudukan dan kemampuan serta
potensi yang dimiliki orang ini, meskipun Alkitab tidak mencatat namanya.
Kemudian orang
muda berikutnya yang kita ingat adalah Yohanes pembaptis. Usianya seumuran
dengan Yesus. Yohanes dikenal juga sebagai nabi oleh orang Yahudi (Matius 14:8).
Pekerjaannya membaptis orang-orang, memberitakan pertobatan, menghimbau
orang-orang untuk kembali kepada jalan Tuhan dan dibaptis. Kehidupannya jauh
dari kemewahan, tinggal di padang gurun, pakaiannya terbuat dari bulu unta,
makanannya belalang dan madu hutan. Pelayanannya mendahului pelayanan Yesus.
Mempersiapkan jalan bagi Mesias.
Yohanes pembaptis
memiliki banyak pengikut, dia mengajarkan hidup kudus bagi para pengikutnya.
Perkataan Yohanes selalu didengar oleh orang-orang dan mereka menerimanya
sebagai utusan Allah. Para muridnya datang dari berbagai kalangan, mulai dari
orang-orang sederhana, bahkan juga yang terpinggirkan, prajurit-prajurit,
bahkan raja wilayah Herodes juga menyukai Yohanes, dan suka mendengar nasehat
perkataannya, walaupun Herodes tidak melakukan perkataan Firman Tuhan yang telah
disampaikan melalui Yohanes.
Tidak diragukan
lagi, Yohanes pembaptis memiliki pengaruh yang besar pada masa itu. Dia adalah
pemimpin yang diberikan oleh Allah
untuk mendahului pelayanan Yesus. Yohanes pembaptis adalah salah satu pemimpin muda yang dicatat oleh
Alkitab, yang juga muncul pada
zaman yang sulit bagi orang muda untuk dipercayai sebagai pemimpin.
Alkitab mencatat
dan mengakui kepemimpinan ketiga orang muda ini, mereka muda, berpengaruh dan
memberi dampak pada masyarakat di sekitarnya, bahkan dimasa yang sukar.
Tetapi jika kita
menyelidiki lebih dalam pada catatan Alkitab ini, kita melihat keduanya, yaitu
Yohanes maupun orang muda yang kaya itu memiliki keterkaitan dan pilihan mereka
terhadap Yesus. Yesus adalah tokoh sentral pada masa itu, bahkan sampai
sekarang,
karena Dia adalah Anak Tunggal Allah, Allah Tritunggal.
Orang
muda yang kaya.
Suatu kali Yesus
ditemui oleh orang muda yang kaya itu. Pada saat pemimpin muda dan kaya itu
datang dan bertanya kepada Yesus mengenai kehidupan kekal dan kerajaan Allah,
orang muda itu memaparkan bahwa semua hal yang terdapat didalam kitab suci sudah
dikerjakannya. Tetapi orang muda yang kaya ini merasa ada hal penting yang
harus dia ketahui dari Yesus. Dia merasa belum yakin bahwa hidupnya berkenan
kepada Allah.
Matius 19 :
16. Ada
seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah
yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17. Jawab
Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik?
Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup,
turutilah segala perintah Allah."
18. Kata
orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan
membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19.
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri."
20. Kata
orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang
masih kurang?"
21. Kata
Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala
milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh
harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22.
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab
banyak hartanya.
23. Yesus
berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar
sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang
jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Ketika Yesus
memberi jawab bahwa dia harus melakukan seluruh bagian dari Kitab suci, orang
muda yang kaya itu merasa bahwa dia telah melakukan semuanya itu, dan kemudian mendesak lagi
kepada Yesus dengan bertanya: “apalagi yang masih kurang?” .
Kemudian Yesus
memberi jawab yang sangat mengejutkan di ayat dua puluh satu. Yesus menyebutkan
ada dua hal lagi yang perlu dilakukan agar orang muda yang kaya ini mendapat
perkenan Allah, yaitu berikan seluruh harta bagi orang miskin, dan pergi
mengikut Yesus. Tentu saja permintaan Yesus ini membuat hati orang muda yang
kaya ini menjadi sedih, sehingga ia pergi meninggalkan Yesus.
Mengapa Yesus
memberikan syarat yang sungguh sangat berat ini? Yesus tidak menyampaikan permintaan ini pada
murid-muridNya. Saya bisa membayangkan jika persyaratan ini diberikan kepada
seluruh muridnya, yaitu rasul-rasul yang dipilihNya, saya yakin jumlah rasul
yang mengikut Yesus akan berkurang, atau digantikan oleh orang lain.
Permintaan Yesus ini
berat dan tidak masuk akal, kenapa Yesus bersikap seolah-olah tidak adil
terhadap orang muda yang kaya ini? Jawaban yang tepat adalah, karena Yesus
mengenal setiap hati manusia. Dia dapat mengerti apa yang menjadi pertimbangan
dan kehendak hati kita. Karena Yesus mengetahui bahwa dua hal inilah yang
menghalangi orang muda yang kaya ini untuk sungguh-sungguh mengasihi Allah.
Mengenai apakah
dua hal yang dibicarakah Yesus ini?
a.
Harta kekayaan yang mengikat.
Dicatat bahwa orang muda yang kaya ini memang
sangat kaya, kemungkinannya adalah hartanya sangat banyak, dan sukar baginya untuk
hidup tanpa memiliki harta kekayaan itu. Baginya kekayaan atau Mamon ini
memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupannya. Yesus memang mengajarkan
bahwa Mamon adalah pemikat hati manusia, dan Mamon berusaha menjauhkan manusia
dari kehendak Allah.
Dalam banyak hal mungkin mamon ini membantu orang
muda yang kaya ini untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, pengaruh dan kehormatan
yang memungkinkan dirinya memimpin banyak orang.
Cara yang salah yang telah sering ditempuh oleh
banyak orang dalam mengikut Tuhan adalah cara orang muda yang kaya ini. Banyak
anak Tuhan lebih memikirkan fasilitas dan sarana lebih dari berharap pada
Tuhan. Karena menganggap bahwa kekuasaan Mamon atau kekayaan akan mempermudah
segala sesuatu bidang pelayanan kita.
Perhatikan perkataan jawaban orang muda yang kaya
ini:
Matius
18. Kata
orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan
membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19.
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri."
20. Kata
orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang
masih kurang?"
Bukankah apa yang dikerjakan orang muda yang kaya
ini adalah seluruhnya pelayanan yang kita kerjakan di dalam gereja sekarang
ini? Bukankah tepat apabila saya menyatakan bahwa orang muda yang kaya ini
adalah seorang pendeta? Yang masih muda dan diberkati bahkan diurapi Tuhan?
Karena sangat berpengaruh, banyak pengikutnya, bahkan kaya raya?
Ketika anda dipanggil Tuhan dan melayani generasi
ini, perhatikanlah ayat ini, bahwa perkenan Yesus tidak berpengaruh sama sekali
dengan berapa banyak harta yang kamu miliki, bahkan fasilitas dan sarana. Yesus
menghendaki hatimu bersih dari keterikatan akan hal materi duniawi. Yesus
menghendaki kita selalu dimurnikan dan berharap hanya kepada Kristus, bukan
kepada yang lain atau lebih lagi berharap kepada Mamon.
b.
Pergi mengikut Yesus.
Pernyataan kedua
yang membuat orang muda yang kaya ini menjadi berat hati dan sedih adalah
perkataan Yesus yang menyuruhnya untuk datang pada Yesus dan mengikut Yesus.
Mengapa perkataan
Yesus ini membuatnya sedih? Karena orang muda yang kaya ini adalah seorang
pemimpin, dan stereotip dunia yang rusak ini berkata bahwa seorang pemimpin
tidak akan dipimpin oleh siapapun kecuali dirinya. Masakan seorang pemimpin
muda yang kaya raya dan sangat berpengaruh akan pergi mengikut seorang yang
miskin, anak seorang tukang kayu yang dulu mungkin pernah membuat kursi, meja,
mungkin lemari dan perabot mebel pesanannya sendiri, yang hanya belakangan ini
sedang menjadi terkenal dan mulai merebut perhatian dunia.
Sedangkan orang
muda yang kaya itu sendiri memiliki banyak pengikut yang menghormati dan mengaguminya,
dan dengan pengaruhnya mereka mungkin juga diajarkan untuk melakukan Kitab Suci.
“Apakah bedanya
Yesus dengan aku? Bukankah aku juga seorang yang baik, memimpin pada perbuatan
baik, semua orang mendengar perkataanku? Tidak semudah itu untuk mempengaruhi
pemimpin sekaliber aku”. Mungkin perkataan itu yang ada di pikiran orang muda
yang kaya itu, mungkin juga pemikiran yang sama menghinggapi para pemimpin
gereja sekarang ini.
Tidak mudah untuk melepas
pengaruh yang kita miliki dan meletakan dibawah kaki Yesus. Demikian juga
dengan apa yang dirasakan oleh pemimpin muda yang kaya itu. Melepas kehormatan
dan pengaruh dan mengikut Yesus, menghamba kepadaNya dan melakukan setiap
perkataanNya bukanlah hal yang menyenangkan.
Pasal ini menjadi bekal yang sangat berharga yang Tuhan
Yesus berikan melalui kekayaan FirmanNya. Saat memenuhi panggilan Tuhan bagi generasi ini, akan ada waktunya anda akan
menjadi sangat berpengaruh, dan berdampak pada banyak orang. Dinanti-nantikan
setiap orang untuk mendengarkan arahan dan pimpinan anda. Karena orang-orang
melihat bahwa Alah menyertai anda, perkataan anda dipimpin oleh Roh Kudus. Saat ketenaran
mulai mengikuti anda, ada baiknya kita mengingat akan kejadian yang sudah lebih
dari dua ribu tahun yang lalu ini, Yesus mengundangmu untuk mengikut Dia,
letakkan semua dan biarkan kita dengan hati yang murni
dan tulus mengikuti Yesus, biarkan
Dia yang memimpin dan mempengaruhi dunia.
Pada saat Yesus
meminta hatimu berpaling dari harta maupun kehormatan, atau apapun yang mengalihkanmu
dari kehendak Allah, berikanlah pada Allah apa yang menjadi hakNya yaitu untuk
memiliki hidupmu sepenuhnya.
Anda tidak dapat
memiliki harta maupun kehormatan untuk selama-lamanya. Sekarang ini orang muda
yang kaya itu sudah lama meninggalkan dunia dan dipanggil pulang ke hadirat
Allah. Segala hormat-pujian manusia yang ia terima, segala harta kekayaan yang
tidak terbatas yang dia miliki, dan segala perbuatan baiknya tidak akan berarti
apa-apa saat diperhadapkan dengan Tahta Anak Domba. Maka dapat kita bayangkan
betapa besar penyesalan yang ia rasakan, ketika dia memutuskan untuk menolak,
dan pergi meninggalkan Yesus pada saat itu. Selangkah saja ia dari kemuliaan
yang besar yang akan dikaruniakan Sang Anak Domba bagi dirinya, ia tukarkan
dengan kefanaan dunia yang tidak berarti lagi sekarang. Semuanya sudah terlambat.......
Yohanes
pembaptis.
Kita akan melihat scene
saat murid-murid Yohanes menceritakan apa yang sedang terjadi kepadanya,
tentang Yesus yang saat itu menjadi lebih terkenal dari pada Yohanes, dan bagaimana
para pengikut dan murid-murid Yohanes mulai berpindah untuk mengikuti Yesus.
Yohanes 3
22. Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya
ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23. Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di
Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ
untuk dibaptis,
24. sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan
ke dalam penjara.
25. Maka timbullah perselisihan di antara
murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
Dari pasal ini
kita mengamati bahwa Yesus datang ke tanah Yudea, dimana Yohanes pembaptis
melayani. Dan Yesus juga membaptis di dekat tempat itu, yaitu di seberang
sungai Yordan. Sedangkan Yohanes membaptis di Ainon, karena tempat tersebut
banyak air.
Perselisihannya
dimulai dari murid-murid Yohanes dengan satu orang Yahudi tentang baptisan. Mereka menanyakan kepada Yohanes,
mengapa panggilan khusus kenabian Yohanes, yaitu untuk membaptis dan
menyucikan, kini bisa ditiru dan dikerjakan oleh Yesus. Karena hanya seorang
nabi utusan Allah yang telah dinubuatkan yang boleh membaptis dan menguduskan
orang dihadapan Allah. Jadi pertanyaan murid-murid dan seorang Yahudi itu
adalah mengenai Yesus, mereka menanyakan kepada Yohanes, apakah yang dikerjakan
Yesus itu dari Allah atau bukan. Karena mereka dan seluruh bangsa Israel mempercayai
Yohanes adalah utusan Allah yang benar. Jadi dengan kata lain seperti mereka menunggu
pengesahan pekerjaan Yesus dari Yohanes, dalam hal ini perkataan Yohanes akan
didengar seluruh bangsa ini. Perkataan Yohanes akan berdampak pada telinga
bangsa ini, apakah mereka akan mudah mendengarkan Yesus, ataukah mereka akan
menolak dan sulit mendengarkan Yesus oleh karena refrensi Yohanes.
Pada masa itu
perkataan Yohanes ditunggu untuk menentukan apakah mereka akan berlawanan atau
menerima Yesus. Pada masa itu suara kenabian sangat ditunggu oleh bangsa
Israel, karena setelah sekian generasi Allah tidak pernah berfirman atas bangsa
ini. Yohanes membawa perubahan yang besar, nabi terakhir yang Allah utus, dan
mereka mencintai Yohanes pembaptis sebagai nabi. Jika kita menelusuri dari sisi
emosional, Yohanes pernah suatu kali meragukan akan kepemimpinan Yesus(Lukas
7:19), walaupun sedikit kita menyaksikan betapa manusiawinya Yohanes, meskipun
memiliki panggilan dan cara hidup yang illahi. Yohanes juga pernah memiliki
keraguan di dalam hati mengenai siapa sebenarnya Yesus itu, terlepas dari
keadaan yang membuatnya demikian.
Sekarang kita
renungkan pergolakan apa yang mungkin dirasakan Yohanes. Anggaplah kita adalah
Yohanes pembaptis, terpanggil oleh Allah sejak masa mudanya mempercayai Allah
dan mendengarkan Roh Kudus berbicara. Karena mempercayai Allah maka kemudian
kita mengambil langkah ekstrim, meninggalkan keduniawian dan hidup di tempat
sunyi untuk menantikan suara Tuhan krang lebih selama tiga puluh tahun.
Kemudian tiba waktunya Tuhan berfirman dan mengutus kita utnuk membaptis dan
memberitakan pertobatan.
Setelah membaptis
dan berteriak-teriak memberitakan pertobatan, kemudian Tuhan menggerakan
orang-orang untuk mendekat pada kita, mendengar nasehat pertobatan, dan mereka
mulai menuruti perkataan nasehat kita, dan Tuhan menambahkan jumlah jemaat kita
dengan drastis, dari hari ke hari penambahannya bukan satu-dua, melainkan
kelipatan, danckemudian dalam beberapa bulan nama dan perbuatan kita sudah
dikenal di seluruh negeri.
Sekarang kita
kembali kepada Yohanes. Bayangkan betapa dahsyat kepemimpinan Yohanes pembaptis
masa itu. Dia mampu mempengaruhi dengan
luas dan memberi dampak positif pada pertobatan banyak orang, yang tadinya
berlaku jahat sekarang mulai mengingat akan Tuhan dan bertobat.
Ditengah-tengah
semaraknya pelayanan yang ia hidup, kemudian yesus datang dan melakukan
tanda-tanda yang lebih dahsyat, kemudian hasil pelananNya mulai dikenal banyak
orang, dan kemudian banyak orang itu mengingat dan bertanya pada Yohanes:
“apakah betul Yesus ini berasal dari Allah, bukankah kamu yang diutus untuk
membaptis dan menyucikan orang?”.
Jika saya adalah
Yohanes pada masa itu, mungkin pilihan saya akan salah. Saya bisa cemburu dan
mengambil pilihan yang salah, serta membuat orang-orang untuk bersaing dalam
kepengikutan mereka. Seperti yang orang muda yang kaya itu lakukan, mana
mungkin saya akan menyerahkan kepemimpinan saya pada orang lain.
Tetapi Yohanes
pembaptis sangat berbeda. Yohanes tidak melawan Yesus, dia tidak berusaha
menyaingi, ataupun melarang orang untuk mengikut Yesus. Yohanes justru
memberikan jawaban yang sangat mengherankan :
Yohanes 3
26. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata
kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai
Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga
dan semua orang pergi kepada-Nya."
27. Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang
dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari
sorga.
28. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa
aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29. Yang empunya mempelai perempuan, ialah
mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia
dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki
itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil.
Yohanes malah
menceritakan kebahagiaannya jika Yesus sampai lebih terkenal dari pada dirinya.
Pilihan yang sangat berbeda dari pilihan yang diambil oleh orang muda yang kaya
yang telah kita bahas sebelumnya. Dan satu kalimat yang menginspirasi seluruh
dunia sekarang ini keluar dari mulut Yohanes yang rendah hati :” Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil”. Yesus harus lebih utama dari hidupku, itu yang ada dalam benak
Yohanes.
Ekeinos dei auxano deh emeh ellato.(Gerika)
Dia harus membesar
aku sendiri mengecil.
Elatto : to
decrease in (semakin berkurang dalam) :
·
Authority -
otoritas
·
Popularity -
ketenaran
·
Influence -
pengaruh
Didalam kata mengecil-decrease, terdapat tiga hal
ini. Tiga hal ini yang diserahkan Yohanes kepada Yesus. Tidak seperti orang
muda yang kaya yang lebih memberatkan harta dan kehormatan di banding Yesus.
Yohanes malah menyerahkan inti dari kepemimpinannya para Tuhan, dia menyerahkan
otoritas, ketenaran, dan pengaruh, memutuskan untuk tidak mengambil bagian
dalam tiga hal ini dan membiarkan Yesus mengambil alih.
Otoritas apa yang ada didalam hidupmu? Apakah kamu
adalah seorang pemimpinan didalam sebuah gereja, atau perusahaan, atau bahkan
pemerintahan. Tuhan memakai semua orang dengan segala jabatan yang mereka
miliki. Karena memang Tuhan yang mengatur semua yang ada di dalam rencanaNya,
bahkan melampaui segala pengetahuan kita. Jadi saat ini anda dan apapun yang
anda sedang kerjakan didepan anda, ingatlah bahwa Tuhan yang mengatur sedemikian,
Dia akan memakai engkau apapun pekerjaan anda. Kita bisa melihat Tuhan memakai
tabib(dokter) Lukas yang berpendidikan tinggi untuk melayani Dia, tetapi juga
Dia memakai Petrus, nelayan yang kurang terpelajar untuk melayaniNya juga,
dengan kedahsyatan Sorga.
Ada banyak lagi contoh di dalam Alkitab, seperti
Musa seorang pangeran Mesir yang dipanggil Tuhan, Daud seorang gembala, Nehemia
seorang pegawai kerajaan, Ezra seorang peneliti Kitab Suci. Perhatikanlah
mereka semua, bukankah Tuhan yang membuat mereka melakukan semua yang mereka
lakukan, untuk rencanaNya yang Agung? Bukankah Allah yang telah mengatur dan
menempatkan mereka, baik dari hari kelahiran mereka, keluarga tempat mereka
dibesarkan, kebangsaan dan suku dimana mereka dilahirkan, semuanya tidak ada
yang kebetulan. Bahkan ketika mereka melewati masa kelam yang traumatik(tentu
akibat dosa yang ada di dunia) dan masa bahagia, Tuhan ada beserta mereka,
menjagai mereka. Tetapi ketika orang-orang ini mendengar
panggilan Allah, dan mau menyerahkan kembali segala yang telah Tuhan berikan
kepada mereka, maka mereka siap dipakai untuk rencana Tuhan yang mulia.
Belajarlah dari Yohanes pembaptis. Dengan segala
potensi yang ia miliki dan pengaruh, dan kepopuleran serta otoritas atas banyak
orang, tetapi dia menyerahkan itu semua kepada Yesus, dan berkata: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin
kecil”.
Saat ini dapat dipastikan bahwa Yohanes sedang ada
bersama-sama dengan Yesus di Firdaus, dan beryukur, menikmati kasih karunia
yang dikaruniakan kepadanya. Dan segala yang ia perbuat semuanya membuahkan
hasil, ada upah yang kekal yang ia terima dari Bapa. Segala kemegahan dunia
tidak dapat dibandingkan dengan kedahsyatan Sorga dan Tahta kemuliaan Allah.
Saat anda menghadapi pilihan yang sama dengan
kedua orang muda yang berpotensi ini, ingatlah, bahwa semuanya berasal dari
Allah, tetapi Tuhan ingin kita membuat keputusan, apakah dunia ini dan segala
isinya lebih menarik bagimu atau seperti Yohanes, kita mengingat bahwa kita
memiliki tujuan keberadaan kita di atas muka bumi ini.
Pilihan ada
ditangan kita, tetapi sebetulnya yang Yesus inginkan adalah supaya kita memilih
kehidupan, perspektif kekal, cara pandang kekekalan yang harus kita miliki. Kehidupan
di dunia akan sangat bermakna ketika kita memusatkan kehidupan, dan segala
sesuatu yang kita lakukan dari sudut pandang tujuan kekal Sorgawi.
Comments
Post a Comment