Pilihlah




V .Tiga Orang Muda.

Kita akan mengingat kembali peristiwa pada masa Yesus masih melayani di sekitar daerah palestina. Pada awal masa penanggalan masehi, dari seluruh catatan Firman yang ada, kita akan mendapati bahwa Alkitab menulis  tentang Yesus dan orang-orang disekitarNya.

Pada masa dimana Yesus mulai melayani, saat itu yang masih terjadi adalah bangsa Israel sedang mengalami masa yang sangat sulit, dibawah penjajahan kerajaan Roma. Terjadi krisis kepemimpinan yang luar biasa, ketidak percayaan terhadap pemerintahan penjajah. Aksi-aksi perlawanan pemberontakan yang sering terjadi yang menambah tekanan terhadap rakyat yang tidak tahu-menahu, juga para pemimpin tradisi agama Yahudi yang korup dan terkenal kotor. Keadaan seperti itu membuat bangsa ini mengalami kesulitan untuk mempercayai figur pemimpin.

Para petinggi agama, Farisi dan Saduki mereka melakukan dikotomi antara pelayan pekerjaan rohani dan bukan serta menganggap diri mereka memiliki status yang lebih tinggi dari pada rakyat biasa. Dan menganggap jabatan mereka membuat mereka lebih berkenan dihadapan Allah.

Cara pandang yang keliru ini sering membuat Yesus muak terhadap kemunafikan mereka dihadapan Allah. Mereka membuat peraturan-peraturan yang baru yang bertujuan untuk keuntungan pribadi mereka. Uang adalah tuhan mereka yang sesungguhnya. Mereka juga mengunggulkan kesenioran usia, menganggap orang-orang muda sebagai yang tidak berpengalaman, dan tidak dapat dipercaya. Kebalikan dengan Allah kita, yang selalu memakai orang-orang muda dan membangkitkan mereka untuk menggenapi rencana Allah atas generasi.

 Jadi keadaan pada masa itu sangat sulit bagi seorang muda untuk mendapat kepercayaan sebagai pemimpin.

Tetapi kita mendapati didalam Alkitab paling tidak ada tiga orang muda pada masa itu, yang dicatat memiliki pengaruh yang cukup besar didalam tatanan masyarakat masa itu. Pertama tentu saja Yesus sendiri, Dia membuat dampak besar pada tatanan dunia, yang dimulai dari hari lahirNya. Kemudian didalam injil sinoptik Matius, Markus, Lukas, terdapat catatan mengenai orang muda yang kaya yang menemui Yesus.

Didalam Lukas 18:18 kita bisa mengetahui fakta, orang muda ini bukan hanya orang muda kaya biasa, ditulis disana oleh tabib Lukas, seorang pemimpin :

Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"( Lukas 18:18).

Catatan tabib Lukas ini sangat membantu kita untuk mengetahui identitas orang muda ini. Ternyata dia adalah seorang pemimpin. Ingat masa pada waktu itu adalah masa yang sangat sulit untuk seorang muda dipercaya sebagai pemimpin. Tetapi orang muda ini adalah pemimpin, betapa seriusnya kedudukan dan kemampuan serta potensi yang dimiliki orang ini, meskipun Alkitab tidak mencatat namanya.

Kemudian orang muda berikutnya yang kita ingat adalah Yohanes pembaptis. Usianya seumuran dengan Yesus. Yohanes dikenal juga sebagai nabi oleh orang Yahudi (Matius 14:8). Pekerjaannya membaptis orang-orang, memberitakan pertobatan, menghimbau orang-orang untuk kembali kepada jalan Tuhan dan dibaptis. Kehidupannya jauh dari kemewahan, tinggal di padang gurun, pakaiannya terbuat dari bulu unta, makanannya belalang dan madu hutan. Pelayanannya mendahului pelayanan Yesus. Mempersiapkan jalan bagi Mesias.

Yohanes pembaptis memiliki banyak pengikut, dia mengajarkan hidup kudus bagi para pengikutnya. Perkataan Yohanes selalu didengar oleh orang-orang dan mereka menerimanya sebagai utusan Allah. Para muridnya datang dari berbagai kalangan, mulai dari orang-orang sederhana, bahkan juga yang terpinggirkan, prajurit-prajurit, bahkan raja wilayah Herodes juga menyukai Yohanes, dan suka mendengar nasehat perkataannya, walaupun Herodes tidak melakukan perkataan Firman Tuhan yang telah disampaikan melalui Yohanes.

Tidak diragukan lagi, Yohanes pembaptis memiliki pengaruh yang besar pada masa itu. Dia adalah pemimpin yang diberikan oleh Allah untuk mendahului pelayanan Yesus. Yohanes pembaptis adalah salah satu pemimpin muda yang dicatat oleh Alkitab, yang juga muncul pada zaman yang sulit bagi orang muda untuk dipercayai sebagai pemimpin.

Alkitab mencatat dan mengakui kepemimpinan ketiga orang muda ini, mereka muda, berpengaruh dan memberi dampak pada masyarakat di sekitarnya, bahkan dimasa yang sukar.

Tetapi jika kita menyelidiki lebih dalam pada catatan Alkitab ini, kita melihat keduanya, yaitu Yohanes maupun orang muda yang kaya itu memiliki keterkaitan dan pilihan mereka terhadap Yesus. Yesus adalah tokoh sentral pada masa itu, bahkan sampai sekarang, karena Dia adalah Anak Tunggal Allah, Allah Tritunggal.

Orang muda yang kaya.
Suatu kali Yesus ditemui oleh orang muda yang kaya itu. Pada saat pemimpin muda dan kaya itu datang dan bertanya kepada Yesus mengenai kehidupan kekal dan kerajaan Allah, orang muda itu memaparkan bahwa semua hal yang terdapat didalam kitab suci sudah dikerjakannya. Tetapi orang muda yang kaya ini merasa ada hal penting yang harus dia ketahui dari Yesus. Dia merasa belum yakin bahwa hidupnya berkenan kepada Allah.

Matius 19 :
16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
17. Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
18. Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19. hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20. Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
21. Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
22. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  

Ketika Yesus memberi jawab bahwa dia harus melakukan seluruh bagian dari Kitab suci, orang muda yang kaya itu merasa bahwa dia telah melakukan semuanya itu, dan kemudian mendesak lagi kepada Yesus dengan bertanya: “apalagi yang masih kurang?” .

Kemudian Yesus memberi jawab yang sangat mengejutkan di ayat dua puluh satu. Yesus menyebutkan ada dua hal lagi yang perlu dilakukan agar orang muda yang kaya ini mendapat perkenan Allah, yaitu berikan seluruh harta bagi orang miskin, dan pergi mengikut Yesus. Tentu saja permintaan Yesus ini membuat hati orang muda yang kaya ini menjadi sedih, sehingga ia pergi meninggalkan Yesus.

Mengapa Yesus memberikan syarat yang sungguh sangat berat ini? Yesus  tidak menyampaikan permintaan ini pada murid-muridNya. Saya bisa membayangkan jika persyaratan ini diberikan kepada seluruh muridnya, yaitu rasul-rasul yang dipilihNya, saya yakin jumlah rasul yang mengikut Yesus akan berkurang, atau digantikan oleh orang lain.

Permintaan Yesus ini berat dan tidak masuk akal, kenapa Yesus bersikap seolah-olah tidak adil terhadap orang muda yang kaya ini? Jawaban yang tepat adalah, karena Yesus mengenal setiap hati manusia. Dia dapat mengerti apa yang menjadi pertimbangan dan kehendak hati kita. Karena Yesus mengetahui bahwa dua hal inilah yang menghalangi orang muda yang kaya ini untuk sungguh-sungguh mengasihi Allah.

Mengenai apakah dua hal yang dibicarakah Yesus ini?

a.      Harta kekayaan yang mengikat.
Dicatat bahwa orang muda yang kaya ini memang sangat kaya, kemungkinannya adalah hartanya sangat banyak, dan sukar baginya untuk hidup tanpa memiliki harta kekayaan itu. Baginya kekayaan atau Mamon ini memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupannya. Yesus memang mengajarkan bahwa Mamon adalah pemikat hati manusia, dan Mamon berusaha menjauhkan manusia dari kehendak Allah.

Dalam banyak hal mungkin mamon ini membantu orang muda yang kaya ini untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, pengaruh dan kehormatan yang memungkinkan dirinya memimpin banyak orang.

Cara yang salah yang telah sering ditempuh oleh banyak orang dalam mengikut Tuhan adalah cara orang muda yang kaya ini. Banyak anak Tuhan lebih memikirkan fasilitas dan sarana lebih dari berharap pada Tuhan. Karena menganggap bahwa kekuasaan Mamon atau kekayaan akan mempermudah segala sesuatu bidang pelayanan kita.

Perhatikan perkataan jawaban orang muda yang kaya ini:
Matius
18. Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19. hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
20. Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"

Bukankah apa yang dikerjakan orang muda yang kaya ini adalah seluruhnya pelayanan yang kita kerjakan di dalam gereja sekarang ini? Bukankah tepat apabila saya menyatakan bahwa orang muda yang kaya ini adalah seorang pendeta? Yang masih muda dan diberkati bahkan diurapi Tuhan? Karena sangat berpengaruh, banyak pengikutnya, bahkan kaya raya?

Ketika anda dipanggil Tuhan dan melayani generasi ini, perhatikanlah ayat ini, bahwa perkenan Yesus tidak berpengaruh sama sekali dengan berapa banyak harta yang kamu miliki, bahkan fasilitas dan sarana. Yesus menghendaki hatimu bersih dari keterikatan akan hal materi duniawi. Yesus menghendaki kita selalu dimurnikan dan berharap hanya kepada Kristus, bukan kepada yang lain atau lebih lagi berharap kepada Mamon.

b.      Pergi mengikut Yesus.
Pernyataan kedua yang membuat orang muda yang kaya ini menjadi berat hati dan sedih adalah perkataan Yesus yang menyuruhnya untuk datang pada Yesus dan mengikut Yesus.

Mengapa perkataan Yesus ini membuatnya sedih? Karena orang muda yang kaya ini adalah seorang pemimpin, dan stereotip dunia yang rusak ini berkata bahwa seorang pemimpin tidak akan dipimpin oleh siapapun kecuali dirinya. Masakan seorang pemimpin muda yang kaya raya dan sangat berpengaruh akan pergi mengikut seorang yang miskin, anak seorang tukang kayu yang dulu mungkin pernah membuat kursi, meja, mungkin lemari dan perabot mebel pesanannya sendiri, yang hanya belakangan ini sedang menjadi terkenal dan mulai merebut perhatian dunia.

Sedangkan orang muda yang kaya itu sendiri memiliki banyak pengikut yang menghormati dan mengaguminya, dan dengan pengaruhnya mereka mungkin juga diajarkan untuk melakukan Kitab Suci.

“Apakah bedanya Yesus dengan aku? Bukankah aku juga seorang yang baik, memimpin pada perbuatan baik, semua orang mendengar perkataanku? Tidak semudah itu untuk mempengaruhi pemimpin sekaliber aku”. Mungkin perkataan itu yang ada di pikiran orang muda yang kaya itu, mungkin juga pemikiran yang sama menghinggapi para pemimpin gereja sekarang ini.

Tidak mudah untuk melepas pengaruh yang kita miliki dan meletakan dibawah kaki Yesus. Demikian juga dengan apa yang dirasakan oleh pemimpin muda yang kaya itu. Melepas kehormatan dan pengaruh dan mengikut Yesus, menghamba kepadaNya dan melakukan setiap perkataanNya bukanlah hal yang menyenangkan.

Pasal ini menjadi bekal yang sangat berharga yang Tuhan Yesus berikan melalui kekayaan FirmanNya. Saat memenuhi panggilan Tuhan bagi generasi ini, akan ada waktunya anda akan menjadi sangat berpengaruh, dan berdampak pada banyak orang. Dinanti-nantikan setiap orang untuk mendengarkan arahan dan pimpinan anda. Karena orang-orang melihat bahwa Alah menyertai anda, perkataan anda dipimpin oleh Roh Kudus. Saat ketenaran mulai mengikuti anda, ada baiknya kita mengingat akan kejadian yang sudah lebih dari dua ribu tahun yang lalu ini, Yesus mengundangmu untuk mengikut Dia, letakkan semua dan biarkan kita dengan hati yang murni dan tulus mengikuti Yesus, biarkan Dia yang memimpin dan mempengaruhi dunia.

Pada saat Yesus meminta hatimu berpaling dari harta maupun kehormatan, atau apapun yang mengalihkanmu dari kehendak Allah, berikanlah pada Allah apa yang menjadi hakNya yaitu untuk memiliki hidupmu sepenuhnya.

Anda tidak dapat memiliki harta maupun kehormatan untuk selama-lamanya. Sekarang ini orang muda yang kaya itu sudah lama meninggalkan dunia dan dipanggil pulang ke hadirat Allah. Segala hormat-pujian manusia yang ia terima, segala harta kekayaan yang tidak terbatas yang dia miliki, dan segala perbuatan baiknya tidak akan berarti apa-apa saat diperhadapkan dengan Tahta Anak Domba. Maka dapat kita bayangkan betapa besar penyesalan yang ia rasakan, ketika dia memutuskan untuk menolak, dan pergi meninggalkan Yesus pada saat itu. Selangkah saja ia dari kemuliaan yang besar yang akan dikaruniakan Sang Anak Domba bagi dirinya, ia tukarkan dengan kefanaan dunia yang tidak berarti lagi sekarang. Semuanya sudah terlambat.......

Yohanes pembaptis.
Kita akan melihat scene saat murid-murid Yohanes menceritakan apa yang sedang terjadi kepadanya, tentang Yesus yang saat itu menjadi lebih terkenal dari pada Yohanes, dan bagaimana para pengikut dan murid-murid Yohanes mulai berpindah untuk mengikuti Yesus.

Yohanes 3
22. Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
23. Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
24. sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
25. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

Dari pasal ini kita mengamati bahwa Yesus datang ke tanah Yudea, dimana Yohanes pembaptis melayani. Dan Yesus juga membaptis di dekat tempat itu, yaitu di seberang sungai Yordan. Sedangkan Yohanes membaptis di Ainon, karena tempat tersebut banyak air.

Perselisihannya dimulai dari murid-murid Yohanes dengan satu orang Yahudi tentang  baptisan. Mereka menanyakan kepada Yohanes, mengapa panggilan khusus kenabian Yohanes, yaitu untuk membaptis dan menyucikan, kini bisa ditiru dan dikerjakan oleh Yesus. Karena hanya seorang nabi utusan Allah yang telah dinubuatkan yang boleh membaptis dan menguduskan orang dihadapan Allah. Jadi pertanyaan murid-murid dan seorang Yahudi itu adalah mengenai Yesus, mereka menanyakan kepada Yohanes, apakah yang dikerjakan Yesus itu dari Allah atau bukan. Karena mereka dan seluruh bangsa Israel mempercayai Yohanes adalah utusan Allah yang benar. Jadi dengan kata lain seperti mereka menunggu pengesahan pekerjaan Yesus dari Yohanes, dalam hal ini perkataan Yohanes akan didengar seluruh bangsa ini. Perkataan Yohanes akan berdampak pada telinga bangsa ini, apakah mereka akan mudah mendengarkan Yesus, ataukah mereka akan menolak dan sulit mendengarkan Yesus oleh karena refrensi Yohanes. 

Pada masa itu perkataan Yohanes ditunggu untuk menentukan apakah mereka akan berlawanan atau menerima Yesus. Pada masa itu suara kenabian sangat ditunggu oleh bangsa Israel, karena setelah sekian generasi Allah tidak pernah berfirman atas bangsa ini. Yohanes membawa perubahan yang besar, nabi terakhir yang Allah utus, dan mereka mencintai Yohanes pembaptis sebagai nabi. Jika kita menelusuri dari sisi emosional, Yohanes pernah suatu kali meragukan akan kepemimpinan Yesus(Lukas 7:19), walaupun sedikit kita menyaksikan betapa manusiawinya Yohanes, meskipun memiliki panggilan dan cara hidup yang illahi. Yohanes juga pernah memiliki keraguan di dalam hati mengenai siapa sebenarnya Yesus itu, terlepas dari keadaan yang membuatnya demikian.  

Sekarang kita renungkan pergolakan apa yang mungkin dirasakan Yohanes. Anggaplah kita adalah Yohanes pembaptis, terpanggil oleh Allah sejak masa mudanya mempercayai Allah dan mendengarkan Roh Kudus berbicara. Karena mempercayai Allah maka kemudian kita mengambil langkah ekstrim, meninggalkan keduniawian dan hidup di tempat sunyi untuk menantikan suara Tuhan krang lebih selama tiga puluh tahun. Kemudian tiba waktunya Tuhan berfirman dan mengutus kita utnuk membaptis dan memberitakan pertobatan.

Setelah membaptis dan berteriak-teriak memberitakan pertobatan, kemudian Tuhan menggerakan orang-orang untuk mendekat pada kita, mendengar nasehat pertobatan, dan mereka mulai menuruti perkataan nasehat kita, dan Tuhan menambahkan jumlah jemaat kita dengan drastis, dari hari ke hari penambahannya bukan satu-dua, melainkan kelipatan, danckemudian dalam beberapa bulan nama dan perbuatan kita sudah dikenal di seluruh negeri.

Sekarang kita kembali kepada Yohanes. Bayangkan betapa dahsyat kepemimpinan Yohanes pembaptis masa itu.  Dia mampu mempengaruhi dengan luas dan memberi dampak positif pada pertobatan banyak orang, yang tadinya berlaku jahat sekarang mulai mengingat akan Tuhan dan bertobat.

Ditengah-tengah semaraknya pelayanan yang ia hidup, kemudian yesus datang dan melakukan tanda-tanda yang lebih dahsyat, kemudian hasil pelananNya mulai dikenal banyak orang, dan kemudian banyak orang itu mengingat dan bertanya pada Yohanes: “apakah betul Yesus ini berasal dari Allah, bukankah kamu yang diutus untuk membaptis dan menyucikan orang?”.

Jika saya adalah Yohanes pada masa itu, mungkin pilihan saya akan salah. Saya bisa cemburu dan mengambil pilihan yang salah, serta membuat orang-orang untuk bersaing dalam kepengikutan mereka. Seperti yang orang muda yang kaya itu lakukan, mana mungkin saya akan menyerahkan kepemimpinan saya pada orang lain.

Tetapi Yohanes pembaptis sangat berbeda. Yohanes tidak melawan Yesus, dia tidak berusaha menyaingi, ataupun melarang orang untuk mengikut Yesus. Yohanes justru memberikan jawaban yang sangat mengherankan :

Yohanes 3
26. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."

27. Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
28. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
29. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
30. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 

Yohanes malah menceritakan kebahagiaannya jika Yesus sampai lebih terkenal dari pada dirinya. Pilihan yang sangat berbeda dari pilihan yang diambil oleh orang muda yang kaya yang telah kita bahas sebelumnya. Dan satu kalimat yang menginspirasi seluruh dunia sekarang ini keluar dari mulut Yohanes yang rendah hati :” Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”. Yesus harus lebih utama dari hidupku, itu yang ada dalam benak Yohanes.

Ekeinos dei auxano deh emeh ellato.(Gerika)
Dia harus membesar aku sendiri mengecil.

Elatto : to decrease in (semakin berkurang dalam) :
·         Authority - otoritas
·         Popularity - ketenaran
·         Influence - pengaruh

Didalam kata mengecil-decrease, terdapat tiga hal ini. Tiga hal ini yang diserahkan Yohanes kepada Yesus. Tidak seperti orang muda yang kaya yang lebih memberatkan harta dan kehormatan di banding Yesus. Yohanes malah menyerahkan inti dari kepemimpinannya para Tuhan, dia menyerahkan otoritas, ketenaran, dan pengaruh, memutuskan untuk tidak mengambil bagian dalam tiga hal ini dan membiarkan Yesus mengambil alih.

Otoritas apa yang ada didalam hidupmu? Apakah kamu adalah seorang pemimpinan didalam sebuah gereja, atau perusahaan, atau bahkan pemerintahan. Tuhan memakai semua orang dengan segala jabatan yang mereka miliki. Karena memang Tuhan yang mengatur semua yang ada di dalam rencanaNya, bahkan melampaui segala pengetahuan kita. Jadi saat ini anda dan apapun yang anda sedang kerjakan didepan anda, ingatlah bahwa Tuhan yang mengatur sedemikian, Dia akan memakai engkau apapun pekerjaan anda. Kita bisa melihat Tuhan memakai tabib(dokter) Lukas yang berpendidikan tinggi untuk melayani Dia, tetapi juga Dia memakai Petrus, nelayan yang kurang terpelajar untuk melayaniNya juga, dengan kedahsyatan Sorga.  

Ada banyak lagi contoh di dalam Alkitab, seperti Musa seorang pangeran Mesir yang dipanggil Tuhan, Daud seorang gembala, Nehemia seorang pegawai kerajaan, Ezra seorang peneliti Kitab Suci. Perhatikanlah mereka semua, bukankah Tuhan yang membuat mereka melakukan semua yang mereka lakukan, untuk rencanaNya yang Agung? Bukankah Allah yang telah mengatur dan menempatkan mereka, baik dari hari kelahiran mereka, keluarga tempat mereka dibesarkan, kebangsaan dan suku dimana mereka dilahirkan, semuanya tidak ada yang kebetulan. Bahkan ketika mereka melewati masa kelam yang traumatik(tentu akibat dosa yang ada di dunia) dan masa bahagia, Tuhan ada beserta mereka, menjagai  mereka.  Tetapi ketika orang-orang ini mendengar panggilan Allah, dan mau menyerahkan kembali segala yang telah Tuhan berikan kepada mereka, maka mereka siap dipakai untuk rencana Tuhan yang mulia.

Belajarlah dari Yohanes pembaptis. Dengan segala potensi yang ia miliki dan pengaruh, dan kepopuleran serta otoritas atas banyak orang, tetapi dia menyerahkan itu semua kepada Yesus, dan berkata: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”.

Saat ini dapat dipastikan bahwa Yohanes sedang ada bersama-sama dengan Yesus di Firdaus, dan beryukur, menikmati kasih karunia yang dikaruniakan kepadanya. Dan segala yang ia perbuat semuanya membuahkan hasil, ada upah yang kekal yang ia terima dari Bapa. Segala kemegahan dunia tidak dapat dibandingkan dengan kedahsyatan Sorga dan Tahta kemuliaan Allah.  

Saat anda menghadapi pilihan yang sama dengan kedua orang muda yang berpotensi ini, ingatlah, bahwa semuanya berasal dari Allah, tetapi Tuhan ingin kita membuat keputusan, apakah dunia ini dan segala isinya lebih menarik bagimu atau seperti Yohanes, kita mengingat bahwa kita memiliki tujuan keberadaan kita di atas muka bumi ini.

Pilihan ada ditangan kita, tetapi sebetulnya yang Yesus inginkan adalah supaya kita memilih kehidupan, perspektif kekal, cara pandang kekekalan yang harus kita miliki. Kehidupan di dunia akan sangat bermakna ketika kita memusatkan kehidupan, dan segala sesuatu yang kita lakukan dari sudut pandang tujuan kekal Sorgawi.

Comments