Ordinary atau Extra ordinary.




Suatu kali didalam ibadah pemakaman yang saya pernah layani. Saya menyampaikan kepada para pelayat bahwa, suatu kali saat kita telah selesai dengan dunia ini, dan tubuh kita yang sedang berada di dalam peti, sama seperti saudara-saudari kita yang telah mendahului kita, maka akan timbul suatu pemikiran yang terbalik. Apa yang kita rindu-rindukan untuk kita dapatkan pada saat kita hidup dan apa yang kita sesalkan ketika roh kita sudah kembali pada Allah dan kita meninggalkan dunia ini, yang selama hidup kita anggap berharga dan penting, ternyata sia-sia, yang kita sepelekan ternyata sangat penting dan kekal.

Maksud saya, apapun yang saat kita hidup begitu kita dambakan, seperti ingin memiliki rumah yang indah, mobil yang terbaik, ingin bisa jalan-jalan kenegeri yang jauh, pendidikan yang terbaik, bahkan keinginan-keinginan lain seperti ingin memiliki usaha, penghasilan yang lebih baik, atau jika saudara adalah seorang pendeta, ingin memiliki pelayanan yang lebih besar, gereja yang lebih maju, ingin dikenal orang sebagai sosok yang baik, atau pendeta yang terkenal rendah hati, atau apapun segala keinginan kita.

Semuanya itu terasa begitu sia-sia dan hambar. Jika dihadapan kita berdiri satu pribadi yang telah menebus kita dengan memberikan hidupNya, yaitu Yesus. Maka semuanya akan menjadi hambar dan sangat tidak menarik lagi, kata-kata seperti : ”mengapa dulu aku tidak habis-habisan untuk berusaha untuk melakukan keinginanMu Tuhan”. Pasti akan terlontar dari benak kita. Segala yang dulu kita harapkan untuk kita miliki, pudar rasanya. Karena setelah kematian datang, kita bertemu dengan Yesus, maka semua tampak jadi lebih jelas, mana yang berarti mana yang sia-sia.

Karena faktanya adalah kehidupan manusia memiliki tujuan yang lebih tinggi dari keinginannya sendiri. Tuhan menjadikan setiap manusia itu khusus dengan segala keunikannya. Walaupun banyak orang yang mirip atau bahkan kembar, namun tidak satupun dari mereka memiliki kepribadian yang sama, karena mereka diciptakan khusus dan unik.

Keberadaan manusia memiliki tujuan yang sangat penting dan extra ordinary atau tidak biasa, disamping kehidupan yang biasa. Tuhan menciptakan kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, tetapi kita juga hidup dari hal-hal yang biasa. Semisal kegiatan rutin kita mulai dari bangun tidur, membersihkan diri, sarapan, bekerja, tidur dan kegiatan rutin lainnya, tetapi di kehidupan yang rutin itu Tuhan menyiapkan rencana besar yang harus kita kerjakan, yang menjadikan kehidupan kita extra ordinary.

Ambilah contoh kehidupan Yesus pada waktu melayani di dunia. Dia tetap melakukan kegiatan rutin, ordinary, biasa seperti kita. Yesus perlu makan, Dia perlu tidur, dan semua kegiatan biasa sebagai manusia, karena memang dia manusia biasa juga. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan hidupNya, Dia tidak terlena dengan segala rutinitas yang harus dikerjakan, Yesus tidak menjadi zombie rutinitas yang menjemukan. Yesus memutuskan untuk melakukan hal yang berarti, Dia memutuskan untuk melakukan kehendak Bapa di Sorga.

Kehendak Bapa adalah kegiatan extra ordinary. Kehendak Bapa bergerak dengan dua hal, yaitu kasih dan kuasa. Kehendak Bapa adalah pekerjaan paling penting di alam semesta (the ultimate work), karena itu Bapa memberikan kuasaNya untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Karena tidak ada seorangpun yang sanggup menyelesaikan pekerjaan dahsyat yang Bapa berikan.

Pekerjaan(Ergon: Gerika) tersusun dari tindakan-tindakan(act). Tindakan-tindakan yang Yesus lakukan memperlihatkan apa sebetulnya pekerjaanNya, siapa Dia sebenarnya, dan urusan apa yang Dia bawa. Perhatikan yang dicatat dalam Alkitab mengenai Yesus dan apa yang Dia lakukan. Mengajar, memberitakan injil, mengusir setan-setan, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mengajak orang untuk hidup dalam kebenaran Firman Allah.

Sama seperti kita, kita memiliki rutinitas kehidupan kita setiap hari, makan, bekerja, beristirahat, tetapi juga kita memiliki tujuan Allah Bapa didalam kehidupan kita. Tujuan Bapa itulah yang membedakan kehidupan kita akan berjalan biasa atau luar biasa. Karena didalamnya Bapa mengaruniakan kasih dan kuasa yang luar biasa.  Saya menulis buku ini bagi anda untuk mendorong anda mengambil keputusan, apakah anda akan memenuhi panggilan extra ordinary anda dari Allah Bapa, pada bahasan buku ini, di bab-bab selanjutnya akan sampaikan banyak hal yang dapat kita praktekkan. Hal yang menjadikan Yesus extra ordinary adalah kasih yang luar biasa dan kuasa yang dahsyat, tentu saja itu dikaruniakan Bapa, karena semua yang Yesus lakukan adalah berasal dari keinginan Allah Bapa, bukan dari keinginan Yesus sendiri. Karena Yesus menyadari bahwa dirinya juga adalah manusia, bisa melakukan kesalahan jika menuruti keinginanNya sendiri, inilah salah satu teladan Yesus yang harus kita ikuti, yaitu mengutamakan kehendak Bapa di Sorga (Yohanes 8:42).

Yesus mampu melakukan karena dia memiliki kasih Bapa dan kuasa dari Bapa. Karena kerajaan Allah adalah tentang kasih dan kuasa. Yesus merangkum seluruh Firman Allah, kitab-kitab mulai dari para nabi menjadi dua hal sederhana saja yaitu hukum yang terutama dan amanat agung (great commandment and great commission).

Hukum yang terutama berbicara tentang dua hal saja yaitu, kasihi Allah dengan segenap hati, kasihi sesama seperti dirimu sendiri. Penekanan perkataan Yesus mensejajarkan kasih akan Allah terhadap kasih akan sesama. Kehidupan luar biasa Yesus dimulai dari sini, bahwa Dia mengasihi Bapa dengan sempurna dan mengasihi orang-orang sampai darah Nya yang kudus dicurahkan.

Berkali-kali Firman Tuhan menyampaikan pada kita, bahwa kasih yang luar biasa bukan datang dan bermula dari manusia, atau keinginan manusia, tetapi adalah karunia dan pemberian Allah dari mulanya. Kasih kita kepada Allah bukan timbul dari benak kita, melainkan Allah sendiri yang telah memberi karuniaNya sehingga kita bisa mengasihi Allah.

1Yoh 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Karena Allah Bapa terlebih dahulu mengasihi kita, sehingga  Dia mengutus satu-satunya AnakNya untuk menderita dan mati bagi dosa-dosa kita, sehingga dari pengorbananNya itu kita dapat mengasihi Allah dengan benar, bukan menurut cara kita, tetapi mengasihi Allah menurut cara Allah. Manusia telah seringkali salah mengira dapat berdamai dengan Allah menurut cara-cara mereka sendiri, padahal itu tidak dikehendaki Allah, Allah menghendaki siapa saja yang mempercayai pengorbanan anakNya dan menerima pengampunan melalui darah Yesuslah yang berkenan dihadapan Allah.

Kehidupan extra ordinary kita dimulai dari sini, yaitu saat kita menerima kasih Allah melalui Yesus, maka harga diri dan martabat kita dipulihkan untuk menjadi anak-anak kerajaan Sorga, yaitu anak-anak Allah. Keputusan yang kita ambil saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat mendatangkan konsekuensi pada kehidupan kita di dunia ini. Misi dan perintah dan kehidupan yang baru, serta Roh Allah  kita terima dalam hidup kita di dalam dunia yang telah rusak ini.

Tentu saja cara hidup kita yang sia-sia mulai terasa memuakkan dan kita berusaha hidup benar dihadapan Allah, itu semua karena roh yang ada didalam kita telah diperbaharui. Pertama –tama kita harus mengerti akan kasih Allah yang luar biasa ini, yang akan membuat siapa saja yang menerimanya memiliki kasih yang dahsyat ini, sama seperti Yesus, hari-hari kita dipenuhi ucapan syukur karena kemurahan Tuhan yang menguduskan kita, dan hubungan kita dengan Allah yang rusak akibat dosa sudah diperbaiki, sekarang kita adalah anak-anak Sorgawi, punya Bapa yang penuh kasih yang mengampuni seluruh dunia.

Kasih semacam ini membuat hidup kita utuh, kembali seperti manusia sebelum jatuh dosa, tidak mengingini apapun, selain Yesus. Ketika kita menerima kasih yang teramat mulia ini, hidup kita tidak lagi kosong dan hampa dan tidak berarti, melainkan kita bisa memandang diri kita sangat berharga dihadapan Tuhan. Karena kita tiak lagi merasa kurang, maka kasih yang dari Allah ini akan memampukan kita untuk mengasihi sesama manusia, orang-orang, dan inilah yang disampaikan Yesus, bahwa kasih adalah perintah yang utama, karena Dia sendiri melakukan kasih sepanjang hidupNya, dan memberi diri untuk mengasihi manusia.

Kasih Allah yang kita terima membuat kita bisa mengasihi orang-orang, karena kita sudah merasa penuh. Kadang beberapa orang berkata bahwa dia tidak akan bisa mengasihi orang lain, atau orang tertentu karena hal-hal yang menyakitkan, itu karena dia belum mengalami kasih Bapa, atau tidak mau menerima kasih Bapa didalam hatinya.

Perbuatan Bapa yang dahsyat ini menjadikan kita jadi serupa dengan Yesus. Inilah dasar dari segala perbuatan luar biasa yesus, extra ordinary love making extra ordinary people. Ingatlah selalu setiap pagi, setiap saat  bahwa kita memiliki kasih Bapa di Sorga, dan dia adalah pencipta segalanya, dan dengan cara ini maka  kita tidak akan menjadi zombie kehidupan rutin yang membosankan bahkan mematikan. Justru hari-hari kita akan bergairah dan meluap-luap dengan kasih untuk orang-orang, inilaha yang akan membuat kita melakukan hal luar biasa.

Comments