Kamu Dipanggil.



Pekerjaan Tuhan yang besar seringkali diawali dengan hubungan antara Allah dan orang pilihanNya, seperti saat Allah memanggil Nuh, Abraham, Yakub, Yusuf, Musa, Samuel, Daud dan lebih banyak lagi. Tuhan memanggil, sedangkan bagian kita adalah merespon, dan kita akan belajar dari Samuel.

Samuel yang muda itu menjadi pelayan Tuhan (1 Samuel 3:1a). Kita melihat sekali lagi bahwa Tuhan yang berinisiatif dan berusaha membangun hubungan dengan Samuel bahkan ketika Samuel masih sangat muda(Heb: na’ar-teens/youth). Tuhan tidak berbicara pada Imam Eli, Tuhan memilih untuk memanggil Samuel.

Dikatakan: “there was no open vision(1Samuel 3:1b)”, bagi saya pernyataan ini sangat bermakna. Pertama, saya melihat Tuhan tidak menyampaikan isi hatinya pada semua orang, malah terlihat cenderung sedang menyembunyikan, yang artinya Dia memilih siapa orang yang akan dipilihNya. Kedua, Tuhan tidak memerlukan ijin otoritas dari Eli untuk menyatakan isi hatiNya, dan ini berarti Dia berdaulat atas institusi manusia manapun. Karena perlu saudara ketahui, bahwa Tuhan mau setiap potensi yang Dia taruh pada orang-orang muda dipergunakan, tapi “gereja” belum tentu. Pada masa itu institusi keimaman atau gereja sangat berpengaruh didalam tatanan kenegaraan bangsa Israel.

Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." (1 Samuel 3:4). Perhatikan ayat ini baik-baik, dicatat disana bahwa Tuhan memanggil Samuel dengan namanya. Dia mengenal dan menghargai Samuel yang masih sangat muda ini. Allah tidak memanggilnya “bocah” atau panggilan umum lain, tetapi Dia menyebut nama.

Bahkan dengan lebih berani lagi saya menyatakan bahwa Allah sedang menunggu bayi Samuel itu tumbuh menjadi remaja dan baru Dia mau menyatakan visinya lagi pada bangsa Israel. Itulah mengapa dikatakan oleh Firman Tuhan: Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering” (1Samuel 3:1b). sehingga seolah-olah Tuhan sengaja mendiamkan Eli dan menunggu Samuel bertumbuh menjadi seorang pemuda untuk meletakkan visiNya.

Itu terjadi pada perjanjian lama, ketika Allah berbicara hanya pada satu orang Samuel saja. Oleh karena pengorbanan Kristus, sekarang Roh Allah bekerja dengan luar biasa karena Dia telah mencurahkan Roh Kudusnya atas teruna-teruna dan orang –orang muda.

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan (Yoel 2:28).

Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi (Kis 2:17).

Yang dimaksud dengan “hari-hari terakhir” adalah hari setelah Yesus dimuliakan karena menebus dosa seluruh manusia. Dan hari-hari itu adalah “sekarang”. Jadi artinya sekarang Dia berbicara kepada banyak orang muda – tetapi secara khusus Dia memanggil namamu satu-persatu, seperti Samuel.

Yesus memanggilmu, Dia sekarang sedang memanggilmu dengan namamu disebut, Dia mengenalmu, dan Dia ingin menyatakan isi hatiNya kepadamu, jangan menolak, karena jika kita menolak, maka tidak akan ada visi Tuhan yang terbuka bagi dunia yang rusak ini.

Comments